sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

Berita

Acara dan Event

Inspirasi

Strategi

Profil

Hobi

Gaya Hidup

Ulasan Buku dan Software

Kuliner

» » 7 Kebiasan Orang Efektif


Aris 16:35 0

Steven Covey

Buku "The Seven Habits of Highly Effective People" ditulis oleh Stephen R. Covey. Buku ini termasuk best seller dan telah diterjemahkan ke 72 bahasa. Buku ini berisi 7 prinsip, yang bila diterapkan sebagai kebiasaan hidup, akan menuntun seseorang mencapai efektivitas sejati. Setiap kebiasaan dibahas dalam bab tersendiri dengan inti-inti sebagai berikut :
 
1 . Be Proactive (Bersikap Proaktif).
 
Proaktif berarti bahwa sebagai manusia, kita bertanggung jawab atas hidup dan pilihan kita sendiri, berubah dari dalam ke luar. Dan kita mempunyai inisiatif dan tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi. Kita tidak menyalahkan keadaan, kondisi, atau pengkondisian untuk perilaku kita, karena itu produk dari pilihan sadar kita. Orang proaktif memfokuskan upaya mereka di dalam lingkaran pengaruhnya. Sebaliknya, orang reaktif memfokuskan upaya mereka di dalam lingkarang.
“Saat kita tak bisa lagi mengubah situasi, kita ditantang untuk mengubah diri kita” - -Victor Frankl
  
2. Begin with the End In Mind (Memulai dengan Tujuan Akhir).  

Merujuk pada tujuan ahkir adalah untuk memulai hari ini dengan bayangan, gambaran, atau paradigma akhir kehidupan kita sebagai kerangka acuan atau kriteria yang menjadi dasar untuk menguji segala sesuatu. Didasarkan pada prinsip ‘segalanya diciptakan dua kali’ (kepemimpinan dan manajemen). Orang sukses biasanya adalah orang-orang yang memegang teguh cita-citanya, tapi, banyak orang yang memiliki cita-cita, tetapi sedikit yang mampu merealisasikannya. Agar bisa mencapai apa yang kita cita-citakan kita harus bisa memvisualisasikannya dari hal yang kecil sampai besar, bisa juga dengan memulai untuk menuangkan visi hidupnya itu dalam suatu pernyataan. Dengan membuat "Pernyataan Misi Pribadi", kita dibantu untuk berkonsentrasi dan mempertimbangkan konsekuensi-konsekuensi apa yang akan dihadapi sebelum kita bertindak.
”Tujuan dari suatu pernyataan misi bukanlah apa isinya. Tetapi bagaimana misi tersebut bisa menggugah anda!” - -Peter Senge

3. Put First Things First (Dahulukan Yang Utama).  

Dahulukan yang utama berarti mendahulukan yang menjadi prioritas, visi, dan tujuan kita. Seperti halnya diagram waktu yang mengajarkan kita untuk mempunyai tingkatan kepentingan. Setelah menentukan mana yang penting dan mendesak maka hal tersebut yang harus kita dahulukan, tapi bukan berarti melupakan tugas-tugas yang telah kita punya, hanya saja pengerjaannya kita dahulukan dari yang lain.
“Kuncinya terletak bukan pada memprioritaskan jadwal kerja anda tetapi pada menjadwalkan prioritas anda” - -Stephen R.Covey
 “Hal-hal yang paling penting jangan sampai dikalahkan oleh hal-hal yang sepele” - -Johann Goethe

4. Think Win/Win (Berpikir Menang-Menang).  

Berpikir menang-menang maksudnya berpikir untuk keuntungan kita dan keuntungan orang yang berurusan dengan kita. Jadi kita tidak memandang dari sudut kepentingan kita saja, tetapi juga dari sudut kepentingan orang lain..Terkadang saat kita dihadapkan dengan sebuah persaingan/permasalahan, kita harus memilih mana yang terbaik untuk kita. Ada saatnya kita mempunyai solusi yang merugikan salah satu pihak, padahal sebaik-baiknya solusi yang diambil adalah yang bersifat win-win solution bagi kedua belah pihak yang sedang ada permasalahan.
“Kemenangan pribadi harus mendahului kemenangan publik. Anda tidak bisa membalik proses seperti anda berusaha memanen sebelum menanam” - -Stephen R.Covey

5. Seek First to Understand, Then to be Understood (Mengerti Dulu, Baru Dimengerti).  

Berusaha mengerti terlebih dahulu kemauan orang lain, baru kemudian berusaha dimengerti orang lain. Berusaha melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, dari kacamata orang lain. Prinsipnya adalah kemampuan untuk sungguh-sungguh mendengarkan perasaan orang lain.
“Hati memiliki akalnya sendiri yang tidak dikenal oleh akal.” - -Pascal
 
6. Synergize (Sinergi).  

Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga dari dua orang yang memiliki perbedaan pendapat sehingga mendapatkan jalan terbaik dan memuaskan untuk semua. Kita bisa dikatakan telah menciptakan alternatif ketiga apabila kita berdua telah mengalami perubahan hati, merasakan energi dan semangat baru, mendapatkan gagasan yang lebih baik daripada yang telah dimiliki masing-masing sebelumnya.
“Esensi dari senergi adalah menghargai perbedaan dan menghormatinya, membangun atas dasar kekuatan, menutup kelemahan” - -Stephen R.Covey

7. Sharpen the saw (Pertajam Gergaji). 

 Disaat kita action, ada saatnya kita perlu berhenti sejenak untuk instropeksi, belajar, berlatih lagi, evaluasi, refreshing, mengambil jarak dari lingkungan untuk mengisi tenaga dan semangat kembali. Kebiasaan ini berfokus pada pemperbarui diri secara mental, fisik, emosional/sosial dan spiritual yang seimbang.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply